Christina Pasaribu
1 day agoLangkah-langkah Mendirikan PT/CV di Indonesia
Panduan lengkap untuk memulai mendirikan Perseroan Terbatas (PT) atau Commanditaire Vennootschap (CV) di Indonesia, mencakup proses, persyaratan, dan langkah-langkahnya.
Gambar Ilustrasi Langkah-langkah Mendirikan PT/CV di Indonesia

Baca Juga
Mengapa Memilih Badan Usaha yang Tepat Bukan Sekadar Formalitas?
Cerita dimulai dari dua sahabat, Andi dan Budi. Dengan semangat membara, mereka ingin mengembangkan bisnis co-working space yang mereka rintis. Awalnya, mereka menjalankannya secara informal. Namun, ketika sebuah perusahaan startup teknologi ingin menjadi anggota tetap dengan kontrak bernilai besar, mereka ditolak. "Kami hanya bisa bekerja sama dengan badan hukum yang sah, PT atau CV," begitu jawaban dari finance manager perusahaan tersebut. Saat itulah mereka tersadar: memilih dan mendirikan badan usaha yang tepat adalah fondasi legal yang menentukan masa depan bisnis. Di Indonesia, proses ini mungkin terlihat rumit, tetapi dengan peta jalan yang jelas, Anda bisa melewatinya dengan lebih smooth.

Baca Juga
Memahami Dasar: PT vs CV, Mana yang Cocok untuk DNA Bisnis Anda?
Sebelum terjun ke proses pendirian, Anda harus paham betul karakter kedua entitas ini. Pilihan ini akan menentukan tanggung jawab Anda, kemampuan mengumpulkan modal, hingga daya tarik di mata investor dan mitra.
Perseroan Terbatas (PT): Struktur Modern untuk Visi Besar
PT adalah badan hukum yang paling umum dan dianggap paling kredibel. Entitas ini berdiri sendiri, terpisah dari pemiliknya. Artinya, jika perusahaan mengalami kerugian atau utang, harta pribadi para pemegang saham (kecuali dalam kasus tertentu) dilindungi. PT ideal untuk bisnis yang memiliki visi pertumbuhan cepat, berencana mencari investor, atau bergerak di bidang yang membutuhkan trust tinggi, seperti konstruksi, teknologi, dan perdagangan berskala menengah-besar. Untuk bidang tertentu seperti jasa konstruksi, memiliki badan hukum PT seringkali menjadi syarat mutlak untuk mengajukan Sertifikat Badan Usaha (SBU) atau mengikuti tender.
Commanditaire Vennootschap (CV): Simpel dan Fleksibel untuk Pemula
CV adalah persekutuan yang didirikan oleh minimal dua orang, dengan pembagian peran sebagai Persero Aktif (yang mengelola usaha) dan Persero Pasif (sekadar menyertakan modal). CV tidak berbadan hukum, sehingga tanggung jawab Persero Aktif tidak terbatas. CV cocok untuk bisnis rintisan (startup), usaha keluarga, atau bidang dengan risiko relatif rendah seperti perdagangan retail kecil dan jasa konsultan. Proses pendiriannya lebih cepat dan biayanya lebih terjangkau dibanding PT.
Analisis Kebutuhan: Bertanya pada Diri Sendiri Sebelum Memutuskan
Lakukan self-assessment dengan pertanyaan krusial: Seberapa besar risiko bisnis Anda? Apakah Anda berencana mencari pinjaman bank atau investor venture capital? Bisnis Anda bergerak di bidang yang diatur izin khusus (seperti konstruksi, kesehatan, atau keuangan)? Jika jawabannya "ya" untuk pertanyaan-pertanyaan tersebut, PT adalah jalur yang lebih aman. Pengalaman saya membantu banyak klien menunjukkan, memilih bentuk badan usaha yang salah di awal sering berujung pada proses convert yang lebih mahal dan berbelit di kemudian hari.

Baca Juga
Panduan Praktis: Menyusun Peta Jalan Pendirian PT
Setelah memutuskan untuk mendirikan PT, inilah tahapan konkrit yang harus Anda lalui. Proses ini kini terpusat melalui sistem Online Single Submission (OSS) yang dikelola oleh Kementerian Investasi/BKPM.
Persiapan Awal: Nama, Alamat, dan Struktur Kepemilikan
Langkah pertama adalah menentukan nama perusahaan. Pastikan nama unik dan tidak menyerupai perusahaan yang sudah ada. Anda bisa mengecek ketersediaannya di sistem OSS. Siapkan juga alamat domisili perusahaan yang jelas (bisa alamat kantor atau virtual office yang legal). Tentukan struktur kepemilikan: siapa saja pemegang saham, besaran modal disetor dan ditempatkan, serta susunan direksi dan komisaris. Modal dasar PT minimal Rp 50 juta, dengan minimal 25%nya sebagai modal disetor. Pro tip: Siapkan alternatif nama setidaknya 3-5 pilihan untuk mengantisipasi penolakan.
Proses Inti di Platform OSS: Dari Pengesahan hingga NIB
Setelah data siap, Anda atau notaris akan menginput seluruh informasi ke sistem OSS. Dokumen utama yang diunggah adalah Akta Pendirian yang dibuat oleh Notaris. Setelah melalui verifikasi, sistem akan mengeluarkan:
- Nomor Induk Berusaha (NIB): Ini adalah identitas tunggal perusahaan Anda yang sekaligus berfungsi sebagai izin usaha dasar, izin impor, izin ekspor, dan pendaftaran BPJS Ketenagakerjaan.
- Pengesahan Badan Hukum: Untuk PT, proses pengesahan sebagai badan hukum terjadi secara elektronik melalui OSS.
Langkah Pasca-Pengesahan: PKP, Rekening Bank, dan Izin Sektor
Setelah PT sah, ada beberapa kewajiban lanjutan:
- Mengajukan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak (PKP) jika omzet diperkirakan melebihi batas yang ditetapkan.
- Membuka rekening bank atas nama perusahaan.
- Mengurus izin sektor khusus jika diperlukan. Misalnya, jika Anda bergerak di bidang konstruksi, Anda perlu mengurus SBU dan Sertifikat Keahlian (SKA) atau Sertifikat Keterampilan (SKT) untuk tenaga kerjanya. Untuk bidang lain, mungkin diperlukan izin dari Kemenkes, Kominfo, atau kementerian teknis terkait.

Baca Juga
Mendirikan CV: Proses yang Lebih Cepat dengan Pertimbangan Khusus
Pendirian CV memang lebih sederhana karena tidak memerlukan pengesahan badan hukum. Namun, kesederhanaan ini harus diimbangi dengan kesadaran akan risiko tanggung jawab yang tidak terbatas.
Pembuatan Akta dan Pendaftaran ke Pengadilan Negeri
Anda hanya perlu menghadap Notaris untuk membuat Akta Pendirian CV. Akta ini kemudian didaftarkan ke Kepaniteraan Pengadilan Negeri setempat. Setelah itu, Anda wajib mengumumkan pendirian CV tersebut dalam Tambahan Berita Negara Republik Indonesia. Proses inilah yang membuat CV diakui secara legal.
Mengurus NIB dan Izin Usaha untuk CV
Sama seperti PT, CV juga wajib memiliki NIB yang diperoleh melalui sistem OSS. Dengan NIB, CV juga mendapatkan izin usaha dasar. Pemilik CV juga harus aktif memantau apakah bidang usahanya memerlukan izin sektor tertentu, dan segera mengurusnya jika diperlukan.

Baca Juga
Kesalahan Fatal yang Sering Terjadi dan Cara Menghindarinya
Berdasarkan pengalaman lapangan, banyak calon pengusaha terjebak pada kesalahan yang bisa menghambat operasional bahkan membahayakan aset pribadi.
Mengabaikan Izin Sektor Khusus dan Kompetensi SDM
Memiliki NIB bukan berarti bebas beroperasi untuk semua lini usaha. Ini adalah kesalahpahaman yang paling umum. Jika bisnis Anda di bidang konstruksi, misalnya, tanpa SBU dan tenaga ahli bersertifikat, Anda tidak bisa mengikuti proyek yang legal. Risikonya adalah bekerja di "pasar abu-abu" yang penuh ketidakpastian hukum. Pastikan Anda merujuk pada Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) terbaru dan memahami seluruh kewajiban izin turunannya.
Memilih Struktur Kepemilikan yang Tidak Jelas
Khusus untuk CV, pembagian peran Persero Aktif dan Pasif harus tertuang sangat jelas dalam akta. Konflik sering muncul ketika Persero Pasif tiba-tiba ikut campur operasional, atau sebaliknya, Persero Aktif dianggap menyalahgunakan kewenangan. Buatlah perjanjian internal yang detail di luar akta notaris untuk mengatur hal-hal seperti pembagian laba, mekanisme pengambilan keputusan, dan penyelesaian sengketa.

Baca Juga
Membangun Bisnis yang Kredibel dan Siap Berkembang
Mendirikan PT atau CV hanyalah garis start. Untuk benar-benar thrive dan memenangkan kepercayaan pasar, Anda perlu melengkapi fondasi legal tersebut dengan peningkatan kapasitas dan kredensial.
Lengkapi dengan Sertifikasi dan Lisensi yang Relevan
Di era persaingan ketat, sertifikasi adalah game changer. Untuk bisnis jasa konstruksi, teknologi, atau konsultan, memiliki tenaga bersertifikat kompetensi atau badan usaha bersertifikat (seperti ISO) akan meningkatkan nilai tawar Anda secara signifikan. Ini bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan kebutuhan untuk bisa bersaing di tingkat nasional bahkan global.
Jaga Kepatuhan dan Transparansi Sejak Hari Pertama
Disiplin dalam administrasi perpajakan, laporan keuangan, dan pembayaran iuran tenaga kerja (BPJS) adalah kunci keberlanjutan. Banyak usaha kecil tumbang bukan karena bisnisnya buruk, tetapi karena manajemen legal dan administrasinya berantakan, sehingga terkena sanksi berat di kemudian hari. Gunakan sistem atau konsultan yang tepat untuk membantu Anda menjaga kepatuhan ini.

Baca Juga
Memulai Perjalanan Bisnis dengan Pondasi yang Kokoh
Memilih antara PT dan CV adalah keputusan strategis pertama dalam perjalanan wirausaha Anda. PT menawarkan perlindungan dan kredibilitas untuk skalabilitas, sementara CV memberikan kemudahan dan fleksibilitas di tahap awal. Apapun pilihannya, pastikan Anda memahami seluruh implikasinya dan menjalankan proses pendirian dengan teliti. Kesalahan dalam memilih atau mengurus legalitas di awal bisa menjadi boomerang yang mahal di masa depan.
Jika Anda merasa proses ini terlalu kompleks atau membutuhkan panduan khusus, terutama untuk bidang usaha yang memerlukan izin teknis seperti konstruksi, teknologi, atau perdagangan, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional. Jakon hadir sebagai mitra terpercaya untuk membantu Anda melewati seluruh proses legalitas usaha, dari pendirian PT/CV, pengurusan NIB, hingga perizinan sektor khusus seperti SBU Konstruksi dan sertifikasi kompetensi. Kunjungi jakon.info sekarang untuk konsultasi gratis dan pastikan bisnis Anda berdiri di atas pondasi hukum yang kuat dan siap untuk tumbuh pesat.