Christina Pasaribu
1 day agoPengertian Saham Dan Jenisnya
Temukan dunia saham dalam artikel ini yang membahas pengertian saham, berbagai jenisnya, dan peran pentingnya dalam pasar modal. Pelajari cara memahami investasi saham, mendapatkan dividen, dan melakukan analisis fundamental untuk mengambil keputusan investasi yang cerdas.
Gambar Ilustrasi Pengertian Saham Dan Jenisnya

Baca Juga
Menguak Dunia Saham: Lebih Dari Sekadar Kertas Berharga
Pernahkah Anda membayangkan memiliki sebagian kecil kepemilikan di perusahaan raksasa seperti Unilever, Bank Central Asia, atau bahkan GoTo? Ini bukanlah mimpi belaka, melainkan realitas yang bisa diakses melalui sebuah instrumen bernama saham. Di tengah gempuran informasi tentang financial freedom dan investasi, pemahaman mendasar tentang saham seringkali terabaikan. Fakta mengejutkannya, berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), jumlah investor pasar modal di Indonesia telah melampaui 12 juta orang, namun banyak di antaranya yang masih terjun tanpa peta yang jelas. Mereka membeli kode-kode aneh di aplikasi trading tanpa benar-benar mengerti apa yang mereka miliki. Padahal, memahami pengertian saham dan jenisnya adalah fondasi pertama sebelum Anda memutuskan untuk all-in di dunia pasar modal. Artikel ini akan membawa Anda menyelami esensi saham, tidak hanya sebagai instrumen spekulasi, tetapi sebagai kepemilikan bisnis yang sesungguhnya.

Baca Juga
Apa Itu Saham? Memahami Dasar Kepemilikan Perusahaan
Secara sederhana, saham adalah bukti kepemilikan seseorang atau badan hukum atas suatu perusahaan. Membeli saham berarti Anda menjadi pemilik sebagian dari perusahaan tersebut, atau dalam bahasa kerennya, Anda menjadi shareholder atau pemegang saham. Ini bukan utang yang harus dikembalikan, melainkan penyertaan modal. Pengalaman pribadi saya di ruang board meeting beberapa emiten kecil menegaskan bahwa sebagai pemegang saham, Anda berhak hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan memiliki suara sesuai porsi kepemilikan.
Esensi Dibalik Sertifikat Elektronik
Dulu, saham berbentuk sertifikat kertas fisik. Kini, semuanya telah terdigitalisasi dalam sistem Bursa Efek Indonesia. Setiap lembar saham yang Anda beli mewakili klaim atas aset dan pendapatan perusahaan. Semakin banyak saham yang dimiliki, semakin besar porsi kepemilikan Anda. Konsep ini adalah jantung dari investasi saham yang sebenarnya—Anda bukan hanya membeli kertas, tapi membeli bisnis.
Hak Istimewa Sebagai Pemilik
Sebagai pemegang saham, Anda memiliki dua hak utama. Pertama, Hak Dividen, yaitu hak untuk memperoleh bagian keuntungan perusahaan yang dibagikan. Kedua, Hak Suara, yang memungkinkan Anda ikut menentukan arah perusahaan dalam RUPS. Selain itu, Anda juga memiliki pre-emptive right atau hak memesan efek terlebih dahulu jika perusahaan menerbitkan saham baru.

Baca Juga
Mengapa Saham Menjadi Tulang Punggung Pasar Modal?
Pasar modal ibarat sebuah pasar tempat perusahaan dan investor bertemu. Perusahaan membutuhkan modal untuk berkembang, sementara investor mencari tempat untuk menanamkan dananya agar tumbuh. Saham adalah produk utama di pasar ini. Perannya sangat vital bagi perekonomian karena menghubungkan dua kepentingan besar: pembiayaan usaha dan peluang investasi. Tanpa pasar saham yang sehat, akan sulit bagi banyak perusahaan start-up hingga korporasi besar untuk melakukan ekspansi.
Sebagai Motor Penggerak Ekonomi
Ketika perusahaan seperti perusahaan konstruksi berskala nasional melakukan Initial Public Offering (IPO) atau penawaran saham perdana, dana yang terkumpul dari publik dapat digunakan untuk membangun infrastruktur, membeli alat berat baru, atau merekrut tenaga ahli. Ini menciptakan efek berantai—lapangan kerja terbuka, supplier mendapat order, dan perekonomian bergerak. Investasi Anda di saham, secara tidak langsung, turut membangun negeri.
Likuiditas dan Potensi Apresiasi
Berbeda dengan investasi properti yang membutuhkan waktu lama untuk dijual, saham menawarkan likuiditas tinggi. Anda bisa membeli dan menjual kepemilikan perusahaan tersebut hampir secara instan di hari bursa terbuka. Selain itu, keuntungan utama berinvestasi saham berasal dari dua hal: kenaikan harga saham (capital gain) dan pembagian dividen. Kombinasi inilah yang membuatnya menarik bagi mereka yang mengejar pertumbuhan kekayaan jangka panjang.

Baca Juga
Mengelompokkan Beragam Jenis Saham di Pasar
Tidak semua saham diciptakan sama. Memahami klasifikasinya membantu Anda menyusun strategi portofolio yang sesuai profil risiko. Berdasarkan hak klaim, saham terbagi menjadi dua jenis utama, namun dalam praktiknya, pengelompokan bisa lebih detail berdasarkan performa dan sektor.
Saham Biasa vs Saham Preferen: Memilih Hak yang Diutamakan
Saham Biasa (Common Stock) adalah jenis yang paling umum diperdagangkan. Pemegangnya memiliki hak suara dan berhak atas dividen, namun pembagiannya dilakukan setelah pemegang saham preferen. Risikonya lebih tinggi, tetapi potensi capital gain-nya juga besar. Sementara itu, Saham Preferen (Preferred Stock) adalah hibrida antara saham dan obligasi. Pemegangnya mendapat prioritas dalam pembagian dividen tetap (seperti kupon obligasi) dan klaim atas aset jika perusahaan bangkrut, tetapi biasanya tidak memiliki hak suara. Jenis ini cocok untuk investor yang menginginkan pendapatan tetap yang lebih stabil.
Kategori Berdasarkan Kapitalisasi Pasar dan Sektor
Analis pasar kerap mengelompokkan saham berdasarkan kapitalisasi pasarnya (harga saham x jumlah saham beredar):
- Saham Blue Chip: Saham perusahaan besar, matang, dan memiliki reputasi baik. Biasanya menjadi pemimpin di industrinya dan membagikan dividen secara konsisten. Contoh: saham-saham bank besar dan perusahaan consumer goods.
- Saham Growth: Saham perusahaan dengan pertumbuhan pendapatan dan laba di atas rata-rata industri. Perusahaan ini biasanya menginvestasikan kembali labanya untuk ekspansi, sehingga dividen kecil atau tidak ada. Banyak ditemukan di sektor teknologi.
- Saham Cyclical vs Defensive: Saham cyclical kinerjanya sangat terkait siklus ekonomi (misal: properti, otomotif). Saham defensive cenderung stabil meski ekonomi lesu karena produknya selalu dibutuhkan (misal: farmasi, utilitas).
Pemahaman ini penting dalam analisis fundamental untuk menilai apakah suatu saham undervalued atau overvalued.

Baca Juga
Dividen: Memetik Hasil dari Kepemilikan Saham
Bagi banyak investor, terutama yang berorientasi pendapatan, dividen adalah daya tarik utama. Ini adalah bagian dari laba perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham sebagai imbalan atas kepercayaan mereka menanamkan modal. Kebijakan dividen ditentukan oleh direksi dan disahkan dalam RUPS.
Jenis-Jenis Pembagian Dividen
Dividen tidak selalu dibayarkan dalam bentuk uang tunai. Ada beberapa bentuk yang perlu Anda kenal:
- Dividen Tunai: Pembayaran dalam bentuk uang, yang paling umum. Jumlahnya dinyatakan dalam Rupiah per saham (misal: Rp 100/saham).
- Dividen Saham: Perusahaan membagikan tambahan saham kepada pemegang saham. Jumlah kepemilikan Anda bertambah, tetapi harga saham biasanya akan menyesuaikan (adjust).
- Dividen Properti: Pembagian dalam bentuk aset, meski ini sangat jarang terjadi.
Tanggal Penting dalam Periode Dividen
Agar berhak mendapatkan dividen, Anda harus memperhatikan empat tanggal kritis: Cum-Date (batas kepemilikan), Ex-Date (hari pertama saham diperdagangkan tanpa hak dividen), Recording Date (pencatatan pemegang saham), dan Payment Date (tanggal pembayaran). Membeli saham sebelum cum-date adalah kunci untuk mendapatkan dividen tersebut.

Baca Juga
Analisis Fundamental: Seni Menilai Nilai Intrinsik Saham
Sebelum memutuskan membeli suatu saham, seorang investor cerdas akan melakukan penilaian mendalam. Inilah yang disebut analisis fundamental. Berbeda dengan analisis teknikal yang fokus pada grafik pergerakan harga, analisis fundamental meneliti kesehatan dan prospek bisnis perusahaan secara menyeluruh. Pengalaman saya menganalisis laporan keuangan puluhan emiten mengajarkan bahwa angka-angka di baliknya bercerita lebih banyak daripada sekadar rumor pasar.
Membaca Cerita di Balik Laporan Keuangan
Analisis fundamental dimulai dari tiga laporan keuangan utama: Laporan Laba Rugi (menunjukkan profitabilitas), Laporan Neraca (menunjukkan kesehatan aset dan utang), dan Laporan Arus Kas (menunjukkan likuiditas dan kemampuan operasional). Rasio-rasio kunci seperti Price to Earning Ratio (PER), Return on Equity (ROE), dan Debt to Equity Ratio (DER) dihitung untuk membandingkan perusahaan dengan pesaingnya dan kinerja masa lalu. Sama seperti ketika Anda mengevaluasi sertifikasi badan usaha di sektor konstruksi, Anda perlu memeriksa "kredensial" keuangan perusahaan.
Analisis Kualitatif: Melihat Beyond Angka
Selain angka, faktor kualitatif tak kalah penting. Ini termasuk competitive advantage atau moat perusahaan (misal: merek kuat, regulasi, jaringan distribusi), kualitas manajemen, tata kelola perusahaan, dan prospek industri. Sebuah perusahaan dengan fundamental kuat di sektor yang sedang tumbuh—seperti infrastruktur atau teknologi finansial—memiliki peluang lebih besar untuk memberikan return yang optimal dalam jangka panjang. Prinsip due diligence ini mirip dengan proses verifikasi yang ketat dalam lembaga sertifikasi profesional, di mana kompetensi dan kredibilitas menjadi penilaian utama.

Baca Juga
Memulai Investasi Saham dengan Langkah Tepat
Setelah memahami teori, kini saatnya untuk praktik. Memulai investasi saham membutuhkan persiapan, bukan sekadar membuka aplikasi dan menekan tombol beli. Langkah pertama adalah membuka rekening efek di perusahaan sekuritas yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Prosesnya kini bisa dilakukan sepenuhnya secara online.
Menyusun Strategi dan Mengelola Emosi
Tentukan tujuan investasi Anda (jangka pendek, menengah, atau panjang) dan profil risiko (konservatif, moderat, agresif). Lakukan diversifikasi—jangan taruh semua modal di satu saham atau satu sektor. Yang paling crucial adalah mengelola psikologi. Pasar saham penuh dengan volatilitas; harga naik turun adalah hal biasa. Disiplin pada rencana awal dan tidak terbawa emosi (greed dan fear) adalah kunci sukses yang sering dilupakan. Ingatlah, investasi saham adalah maraton, bukan lari sprint.
Belajar Terus dan Mengikuti Perkembangan
Dunia pasar modal terus berkembang. Ada banyak sumber belajar resmi, mulai dari materi edukasi BEI, webinar dari sekuritas, hingga laporan penelitian analis. Jadilah investor yang aktif belajar. Pahami juga regulasi dan informasi korporasi yang relevan, karena keputusan bisnis perusahaan dapat memengaruhi harga saham. Komitmen untuk terus mengasah pengetahuan ini sama pentingnya dengan komitmen profesional di bidang lain untuk menjaga kompetensi, sebagaimana diatur dalam sertifikat kompetensi kerja di berbagai sektor industri.

Baca Juga
Menutup Cerita: Saham Sebagai Jalan Menuju Kemandirian Finansial
Memahami pengertian saham dan jenisnya adalah pintu gerbang untuk berpartisipasi dalam pertumbuhan ekonomi sekaligus membangun aset untuk masa depan. Saham bukanlah jalan cepat menjadi kaya, melainkan sebuah perjalanan yang membutuhkan pengetahuan, kesabaran, dan disiplin. Dari definisi sederhana sebagai bukti kepemilikan, hingga strategi kompleks analisis fundamental, setiap langkah bertujuan untuk membuat keputusan investasi yang lebih cerdas dan terinformasi. Dengan memanfaatkan potensi pasar modal, Anda tidak hanya mengejar dividen dan capital gain, tetapi juga mengambil peran aktif dalam mendukung bisnis-bisnis potensial di Indonesia.
Sudah siap untuk memulai perjalanan investasi Anda? Pengetahuan adalah modal pertama yang harus Anda miliki. Untuk melangkah lebih jauh dan mendapatkan panduan praktis dalam mengurus berbagai kebutuhan legal dan sertifikasi bisnis yang dapat mendukung analisis investasi Anda, kunjungi jakon.info. Temukan solusi terpercaya untuk mendukung setiap langkah strategis Anda dalam membangun portofolio dan bisnis yang lebih kuat.