Christina Pasaribu
1 day agoPentingnya Panduan ISO 37001 di Industri Pertanian Laut dan Akuakultur - Manfaat dan Implementasi
Temukan mengapa panduan ISO 37001 penting untuk industri pertanian laut dan akuakultur. Pelajari manfaat, persyaratan, dan langkah-langkah implementasi ISO 37001 serta bagaimana hal itu meningkatkan keberlanjutan dan mengurangi risiko korupsi di sektor ini.
Gambar Ilustrasi Pentingnya Panduan ISO 37001 di Industri Pertanian Laut dan Akuakultur - Manfaat dan Implementasi

Baca Juga
Mengapa Laut yang Jernih Harus Dimulai dari Tata Kelola yang Bersih?
Bayangkan ini: sebuah perusahaan budidaya udang terkemuka di Sulawesi kehilangan kontrak ekspor senilai miliaran rupiah. Bukan karena kualitas udangnya yang buruk, tetapi karena mitra dagang internasional menemukan "ketidaksesuaian" dalam proses pengadaan benurnya. Cerita ini bukan fiksi; ini adalah realitas pahit yang semakin sering terjadi di industri pertanian laut dan akuakultur Indonesia. Dalam dunia yang semakin transparan, rantai pasok yang bebas dari suap dan korupsi bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan prasyarat untuk bertahan dan bersaing di pasar global.
Industri akuakultur kita, dari tambak udang di pesisir Jawa hingga keramba jaring apung di perairan Sumatera, adalah penopang ekonomi yang vital. Namun, di balik geliatnya, tersembunyi kerentanan terhadap praktik unethical business—mulai dari penyuapan untuk mendapatkan izin lokasi, manipulasi dalam pengadaan pakan, hingga gratifikasi dalam proses pemeriksaan kualitas. Di sinilah ISO 37001:2016 – Sistem Manajemen Anti-Penyuapan hadir bukan sebagai sekadar sertifikat, tetapi sebagai game changer yang mengubah paradigma tata kelola. Standar internasional ini memberikan kerangka kerja konkret bagi perusahaan untuk mencegah, mendeteksi, dan menanggapi risiko penyuapan.
Implementasinya di sektor kelautan dan perikanan bukanlah pilihan, melainkan sebuah keharusan strategis. Artikel ini akan membedah mengapa panduan ini sangat krusial, manfaat riil yang bisa dipetik, dan langkah-langkah praktis untuk mengimplementasikannya dalam operasional sehari-hari. Mari kita selami lebih dalam.

Baca Juga
Memahami Esensi ISO 37001 dalam Konteks Biru Ekonomi
ISO 37001 adalah standar internasional yang dirancang untuk membantu organisasi, dari segala ukuran dan jenis, dalam membangun, mengimplementasikan, menjaga, dan meningkatkan sistem manajemen anti-penyuapan. Ia bersifat generik dan berlaku universal, tetapi kekuatannya justru terlihat ketika diterapkan dalam konteks spesifik seperti akuakultur, di mana interaksi dengan regulator, pemasok, dan komunitas lokal sangat intens.
Bukan Sekadar Dokumen, Tapi Kerangka Budaya
Banyak yang keliru menganggap ISO 37001 hanyalah setumpuk prosedur dan formulir. Pada hakikatnya, ini adalah alat untuk membangun budaya integritas (integrity culture) dari hulu ke hilir. Dalam akuakultur, ini berarti memastikan setiap mata rantai—dari perolehan lahan atau perairan, pembelian benih dan pakan, proses produksi, hingga sertifikasi ekspor—berjalan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Pengalaman lapangan menunjukkan bahwa perusahaan yang hanya berfokus pada "mencari sertifikat" tanpa transformasi budaya, justru akan menemui kegagalan dalam audit yang sesungguhnya.
Mengapa Sektor Akuakultur Sangat Rentan?
Karakteristik unik industri inilah yang membuatnya rentan. Pertama, akses kepada sumber daya alam (laut, pesisir, sungai) sering kali melibatkan interaksi kompleks dengan pemerintah daerah dan masyarakat adat. Kedua, bisnis ini padat modal dan bergantung pada rantai pasok yang fluktuatif (harga pakan, obat-obatan, benih). Ketiga, terdapat banyak titik pemeriksaan dan perizinan (keselamatan kerja, lingkungan, mutu) yang bisa menjadi celah. Tanpa sistem yang kuat, tekanan untuk "menyelesaikan masalah dengan cepat" dapat berujung pada pelanggaran.
Sebagai contoh, proses mendapatkan Sertifikat Izin Operasional (SIO) Kemnaker untuk keselamatan pekerja di kapal atau instalasi budidaya haruslah bersih dari segala bentuk penyimpangan. Demikian pula, kerja sama dengan lembaga sertifikasi independen untuk sertifikasi produk harus berdasarkan pada merit, bukan hubungan tidak wajar.

Baca Juga
Manfaat Konkret: Lebih dari Sekadar Kepatuhan
Mengadopsi ISO 37001 membawa manfaat yang jauh melampaui sekadar memenuhi persyaratan tender atau ekspor. Manfaat-manfaat ini langsung menyentuh inti keberlanjutan bisnis akuakultur.
Peningkatan Reputasi dan Kepercayaan Global
Di pasar ekspor yang ketat, sertifikasi ISO 37001 adalah alat verifikasi eksternal (external verification) bahwa perusahaan Anda beroperasi dengan etika tinggi. Ini menjadi trust signal yang kuat bagi buyer dari Eropa, Amerika, atau Jepang yang sangat memperhatikan aspek Environmental, Social, and Governance (ESG). Reputasi sebagai mitra bisnis yang bersih adalah modal intangible yang tak ternilai.
Pengurangan Risiko Finansial dan Hukum yang Signifikan
Penyuapan berisiko mendatangkan denda besar, pembatalan kontrak, kerugian materi, dan proses hukum yang berlarut-larut. Dengan menerapkan kontrol yang diamanatkan ISO 37001—seperti due diligence terhadap mitra bisnis, pelatihan karyawan, dan mekanisme pelaporan—perusahaan secara proaktif memitigasi eksposure risiko tersebut. Biaya untuk mencegah jauh lebih kecil daripada biaya untuk memperbaiki nama baik dan menghadapi konsekuensi hukum.
Optimasi Operasional dan Efisiensi Biaya
Sistem yang transparan dalam pengadaan (procurement) akan mendorong proses tender yang kompetitif, yang pada akhirnya mendatangkan harga terbaik dan kualitas optimal untuk pakan, peralatan, atau jasa. Selain itu, lingkungan kerja yang etis mengurangi inefisiensi yang disebabkan oleh praktik kolusi dan nepotisme. Operasional menjadi lebih lancar dan cost-effective.
Hal ini selaras dengan semangat untuk membangun kompetensi internal, misalnya melalui program diklat dan sertifikasi kompetensi bagi staf yang menangani pengadaan dan kepatuhan, sehingga keputusan bisnis diambil berdasarkan keahlian, bukan pertimbangan lain.
Daya Saing dalam Tender dan Kemitraan Strategis
Baik dalam tender proyek pemerintah (government procurement) maupun kemitraan B2B, sertifikasi ISO 37001 sering kali menjadi faktor diskriminasi positif atau bahkan persyaratan wajib. Perusahaan yang telah tersertifikasi menunjukkan komitmen pada tata kelola yang baik (good corporate governance), sehingga lebih dipilih oleh mitra yang juga berintegritas. Platform seperti Dunia Tender menunjukkan semakin banyaknya lelang yang mensyaratkan atau memberi nilai tambah untuk sertifikasi sistem manajemen internasional.

Baca Juga
Peta Jalan Implementasi di Lingkungan Akuakultur
Implementasi ISO 37001 di perusahaan akuakultur membutuhkan pendekatan yang sistematis dan kontekstual. Berikut adalah tahapan kunci yang perlu dipertimbangkan.
Komitmen Puncak dan Penilaian Risiko Awal
Segala sesuatu dimulai dari komitmen tanpa syarat dari top management. Pemilik dan direksi harus menjadi motor dan teladan. Langkah pertama adalah melakukan risk assessment yang mendalam untuk memetakan titik-titik rawan penyuapan dalam seluruh rantai nilai akuakultur perusahaan. Mulai dari perizinan (misalnya, izin lokasi, izin berusaha di bidang kelautan), hubungan dengan pemasok pakan, proses harvesting dan pengangkutan, hingga pembayaran kepada pekerja dan pihak berwenang.
Pengembangan Kebijakan, Prosedur, dan Kontrol
Berdasarkan peta risiko, perusahaan perlu menyusun Kebijakan Anti-Penyuapan yang jelas dan mudah dipahami. Kemudian, terjemahkan kebijakan ini menjadi prosedur operasional. Contohnya:
- Prosedur Pemberian Hadiah dan Keramah-tamahan: Aturan jelas soal boleh-tidaknya memberikan "sangu" atau "uang rokok" kepada petugas pengawas dari dinas perikanan atau karantina.
- Prosedur Due Diligence Mitra Bisnis: Pemeriksaan latar belakang calon pemasok benih atau distributor sebelum menandatangani kontrak.
- Kontrol Keuangan: Pembatasan wewenang tanda tangan, audit internal berkala, dan pencatatan transaksi yang akuntabel.
Komunikasi, Pelatihan, dan Pembudayaan
Kebijakan yang bagus akan mati jika tidak dikomunikasikan dan dipahami. Lakukan pelatihan reguler dan relevan untuk semua level, dari manajer hingga pekerja lapangan di tambak. Gunakan bahasa dan studi kasus yang dekat dengan keseharian mereka, seperti bagaimana menolak permintaan tidak wajar dari pengumpul hasil panen atau petugas pengukur lahan. Bangun saluran pelaporan (whistleblowing system) yang aman dan terjamin kerahasiaannya.
Pemantauan, Audit, dan Peningkatan Berkelanjutan
Implementasi ISO 37001 bukan proyek sekali jadi. Lakukan pemantauan kinerja secara berkala, audit internal, dan management review. Tinjau ulang peta risiko ketika ada perubahan bisnis, seperti ekspansi ke wilayah baru atau penambahan produk. Sertifikasi oleh badan sertifikasi independen yang terakreditasi akan memberikan validasi objektif terhadap sistem yang telah dibangun. Ingat, tujuannya adalah continuous improvement dalam budaya anti penyuapan.

Baca Juga
Integrasi dengan Sistem Keberlanjutan dan Sertifikasi Lainnya
Kekuatan ISO 37001 akan semakin berlipat ketika diintegrasikan dengan sistem dan standar lain yang sudah umum di industri akuakultur.
Sinergi dengan Sertifikasi Produk Berkelanjutan (ASC, BAP, dll.)
Skema sertifikasi seperti Aquaculture Stewardship Council (ASC) atau Best Aquaculture Practices (BAP) sudah memiliki prinsip-prinsip terkait kepatuhan hukum dan etika bisnis. ISO 37001 memberikan kerangka yang lebih detail dan terstruktur untuk memenuhi prinsip-prinsip tersebut. Integrasi ini membuat proses audit menjadi lebih efisien dan memperkuat posisi produk sebagai produk yang premium, sustainable, and ethical.
Keterkaitan dengan Sistem Manajemen Lain (ISO 9001, ISO 14001)
Jika perusahaan sudah memiliki ISO 9001 (Manajemen Mutu) atau ISO 14001 (Manajemen Lingkungan), integrasi dengan ISO 37001 akan sangat smooth. Banyak elemen yang bisa diselaraskan, seperti struktur dokumentasi, proses audit internal, dan management review. Pendekatan integrated management system ini menciptakan tata kelola yang holistik, di mana kualitas, lingkungan, dan integritas dikelola dalam satu sistem yang koheren.

Baca Juga
Menuju Masa Depan Akuakultur Indonesia yang Berintegritas dan Berdaya Saing
Penerapan panduan ISO 37001 di industri pertanian laut dan akuakultur adalah sebuah lompatan strategis. Ini adalah investasi jangka panjang untuk membangun ketahanan bisnis, melindungi aset reputasi, dan yang terpenting, berkontribusi pada pembersihan ekosistem bisnis nasional. Laut kita yang kaya raya hanya akan memberikan kemakmuran berkelanjutan jika dikelola dengan prinsip-prinsip tata kelola yang bersih dan transparan.
Memulai perjalanan ini mungkin terasa kompleks, tetapi Anda tidak perlu melakukannya sendirian. Jakon hadir sebagai mitra strategis yang memahami betul seluk-beluk industri konstruksi dan sektor sumber daya alam, termasuk akuakultur. Kami membantu bisnis Anda tidak hanya dalam memahami persyaratan ISO 37001, tetapi juga dalam mengimplementasikannya secara efektif dan terintegrasi dengan kebutuhan spesifik operasional Anda, mulai dari penyiapan sistem hingga menghubungkan Anda dengan lembaga sertifikasi profesi dan kompetensi yang relevan.
Jadilah pelopor dalam membawa standar integritas global ke gelombang biru ekonomi Indonesia. Kunjungi jakon.info hari ini untuk berkonsultasi lebih lanjut tentang bagaimana kami dapat mendampingi perusahaan Anda meraih sertifikasi ISO 37001 dan membangun fondasi bisnis yang kuat, etis, dan siap menghadapi tantangan global. Mari bersama-sama menjaga laut kita tetap jernih, dimulai dari tata kelola kita yang bersih.