Tukang Las Bawah Laut (Underwater Welder): Kerja 2 Jam, Gajinya Bisa Rp 5 Juta/Hari
Christina Pasaribu
1 day ago

Tukang Las Bawah Laut (Underwater Welder): Kerja 2 Jam, Gajinya Bisa Rp 5 Juta/Hari

Mengetahui tentang profesi tukang las bawah laut (underwater welder) yang menarik dan menggiurkan dengan gaji hingga Rp 5 juta per hari, serta layanan sertifikasi terkait yang disediakan oleh Gaivo Consulting.

Tukang Las Bawah Laut (Underwater Welder): Kerja 2 Jam, Gajinya Bisa Rp 5 Juta/Hari  tukang las bawah laut (underwater welder)

Gambar Ilustrasi Tukang Las Bawah Laut (Underwater Welder): Kerja 2 Jam, Gajinya Bisa Rp 5 Juta/Hari

Tukang Las Bawah Laut (Underwater Welder): Kerja 2 Jam, Gajinya Bisa Rp 5 Juta/Hari  tukang las bawah laut (underwater welder)
Baca Juga

Menyelam ke Dunia Profesi Tukang Las Bawah Laut

Bayangkan sebuah pekerjaan di mana Anda harus melawan tekanan air laut yang maha dahsyat, dengan visibilitas terbatas, sambil memegang alat yang bisa menghasilkan busur listrik setara petir. Ini bukan adegan film aksi, tapi keseharian seorang tukang las bawah laut atau underwater welder. Profesi yang sering disebut sebagai salah satu pekerjaan paling berbahaya di dunia ini ternyata menyimpan potensi penghasilan yang fantastis. Bagaimana tidak, untuk sekali penyelaman kerja yang intens selama sekitar 2 jam, seorang welder handal bisa membawa pulang gaji setara Rp 5 juta per hari. Namun, di balik angka yang menggiurkan itu, tersimpan cerita tentang dedikasi, keahlian tingkat tinggi, dan risiko yang selalu mengintai di setiap kedalaman.

Tukang Las Bawah Laut (Underwater Welder): Kerja 2 Jam, Gajinya Bisa Rp 5 Juta/Hari  tukang las bawah laut (underwater welder)
Baca Juga

Apa Sebenarnya Pekerjaan Tukang Las Bawah Laut?

Banyak yang mengira tukang las bawah laut hanya sekadar menyambung besi di dalam air. Nyatanya, profesi ini jauh lebih kompleks dan teknis. Mereka adalah teknisi spesialis yang melakukan proses pengelasan, pemotongan, dan perbaikan pada struktur bawah air seperti anjungan lepas pantai, pipa penyalur minyak dan gas, kapal, jembatan, hingga terowongan bawah laut.

Dua Metode Utama dalam Pengelasan Bawah Air

Dalam praktiknya, ada dua teknik utama yang dikuasai oleh para profesional ini. Pemahaman mendalam tentang kedua metode ini adalah kunci keselamatan dan keberhasilan proyek.

Pengelasan Basah (Wet Welding): Sesuai namanya, proses pengelasan dilakukan secara langsung di dalam air. Elektroda khusus yang tahan air digunakan, dan busur listrik menciptakan gelembung gas yang melindungi area las dari kontak langsung dengan air laut. Metode ini lebih fleksibel dan cepat, tetapi kualitas las dianggap lebih rentan karena pendinginan cepat oleh air. Saya pernah mengamati langsung proses ini di sebuah dok kapal, dan suara desis serta cahaya biru yang muncul dari kedalaman benar-benar memukau sekaligus mencekam.

Pengelasan Kering (Hyperbaric Welding): Ini adalah metode yang lebih canggih dan mahal. Sebuah ruang kering (habitat) dipasang mengelilingi area yang akan dilas. Air kemudian dipompa keluar dari ruangan tersebut, dan udara bertekanan dijaga agar sesuai dengan tekanan air di luar. Welder bekerja dalam kondisi kering, meski tetap di bawah tekanan tinggi. Kualitas las yang dihasilkan setara dengan pengelasan di darat, sehingga sering digunakan untuk proyek-proyek infrastruktur kritis seperti sambungan pipa gas alam.

Peran dan Tanggung Jawab yang Multidimensi

Seorang underwater welder bukan hanya ahli las. Mereka adalah penyelam komersial yang juga harus memahami prinsip-prinsip teknik kelautan, membaca gambar teknik, dan melakukan inspeksi visual. Tanggung jawabnya meliputi persiapan permukaan, pengukuran, pemasangan fixture, pelaksanaan pengelasan atau pemotongan, serta dokumentasi pasca-kerja. Kemampuan berkomunikasi yang jelas dengan tim di permukaan melalui sistem komunikasi bawah air juga mutlak diperlukan.

Tukang Las Bawah Laut (Underwater Welder): Kerja 2 Jam, Gajinya Bisa Rp 5 Juta/Hari  tukang las bawah laut (underwater welder)
Baca Juga

Mengapa Gaji Tukang Las Bawah Laut Sangat Menggiurkan?

Angka Rp 5 juta per hari tentu bukan angka yang muncul begitu saja. Besaran fee tersebut adalah cerminan langsung dari kompleksitas, risiko ekstrem, dan investasi besar yang melekat pada profesi ini. Mari kita urai faktor-faktor pendorongnya.

Resiko Nyawa yang Menjadi Taruhan Utama

Ini adalah faktor terbesar. Setiap penyelaman kerja penuh dengan bahaya mematikan: sengatan listrik (electrocution), penyakit dekompresi (the bends), hipotermia, tenggelam, hingga serangan hewan laut. Tekanan air yang meningkat setiap 10 meter kedalaman memberikan beban fisiologis luar biasa pada tubuh. Kecelakaan fatal, meski semua protokol diikuti, tetap menjadi bayangan yang nyata. Gaji tinggi adalah kompensasi atas kesediaan mereka menempatkan nyawa di garis depan.

Investasi Pelatihan dan Sertifikasi yang Tidak Murah

Untuk menjadi seorang underwater welder yang diakui, seseorang harus melalui dua jalur sertifikasi yang ketat. Pertama, sertifikasi penyelam komersial dari lembaga seperti Dewan Kelautan Malaysia atau lembaga sejenis yang diakui secara internasional. Kedua, sertifikasi kompetensi pengelasan yang spesifik untuk kondisi bawah air. Program pelatihannya intensif, memakan waktu bulanan hingga tahunan, dan biayanya bisa mencapai ratusan juta rupiah. Banyak profesional di Indonesia yang mengambil jalur sertifikasi internasional untuk bisa bersaing di proyek global.

Permintaan Tinggi di Industri Strategis

Industri minyak dan gas lepas pantai, pembangkit listrik, pelabuhan, dan infrastruktur maritim terus berkembang. Kerusakan atau kebutuhan pemeliharaan pada struktur bawah air ini harus segera ditangani oleh tenaga ahli, seringkali dalam kondisi darurat. Kelangkaan SDM yang benar-benar kompeten menciptakan pasar yang sangat menguntungkan bagi mereka yang memenuhi kualifikasi. Proyek-proyek besar seringkali menawarkan paket harian (day rate) yang fantastis, terutama untuk lokasi yang remote atau kondisi yang sangat menantang.

Tukang Las Bawah Laut (Underwater Welder): Kerja 2 Jam, Gajinya Bisa Rp 5 Juta/Hari  tukang las bawah laut (underwater welder)
Baca Juga

Bagaimana Cara Menjadi Tukang Las Bawah Laut di Indonesia?

Jalan menuju profesi ini tidak instan. Dibutuhkan pijakan yang kuat, dimulai dari fondasi keahlian yang tepat dan dilanjutkan dengan langkah-langkah strategis yang terencana.

Langkah Awal: Kuasai Dasar-Dasar Pengelasan dan Penyimpanan

Jangan langsung bermimpi menyelam. Mulailah dengan menjadi tukang las yang sangat mahir di darat. Ikuti kursus pengelasan tersertifikasi dan raih pengalaman praktis yang banyak. Secara paralel, pelajari dasar-dasar penyelaman rekreasi untuk membangun kenyamanan di dalam air. Fondasi yang kokoh di kedua bidang ini adalah prasyarat mutlak sebelum melangkah ke pelatihan komersial.

Dapatkan Sertifikasi Komersial yang Diakui

Carilah sekolah penyelaman komersial (commercial diving school) yang memiliki reputasi baik dan kurikulum yang mencakup modul pengelasan bawah air. Di Indonesia, penting untuk memastikan bahwa kompetensi Anda juga diakui secara nasional. Misalnya, setelah memiliki sertifikasi internasional, Anda bisa melakukan penyepadanan atau pengakuan kompetensi melalui Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk memperkuat portofolio Anda di dalam negeri. Sertifikasi K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) khusus untuk pekerjaan bawah air juga wajib dimiliki.

Bangun Pengalaman dan Jaringan Profesional

Setelah lulus, Anda biasanya akan memulai karir sebagai tender (asisten penyelam) atau diver tingkat junior. Manfaatkan masa ini untuk belajar dari senior, memahami dinamika proyek offshore, dan membangun jaringan. Bergabung dengan perusahaan kontraktor lepas pantai atau penyedia jasa penyelaman komersial yang bonafit adalah langkah karier yang tepat. Ingat, dalam dunia ini, reputasi untuk keselamatan dan kualitas kerja adalah mata uang utama.

Terus Beradaptasi dengan Teknologi dan Regulasi

Dunia offshore dan maritim terus berinovasi. Seorang profesional harus terus meng-upgrade pengetahuannya, tidak hanya tentang teknik pengelasan baru, tetapi juga tentang regulasi keselamatan, standar lingkungan, dan penggunaan peralatan digital untuk inspeksi. Kemampuan berbahasa Inggris juga menjadi nilai tambah yang sangat signifikan untuk mengakses proyek-proyek internasional dan dokumentasi teknis.

Tukang Las Bawah Laut (Underwater Welder): Kerja 2 Jam, Gajinya Bisa Rp 5 Juta/Hari  tukang las bawah laut (underwater welder)
Baca Juga

Masa Depan dan Tantangan Profesi Underwater Welder

Di tengah gempuran otomasi dan robotika, apakah profesi tukang las bawah laut akan punah? Jawabannya: tidak dalam waktu dekat. Meski ROV (Remotely Operated Vehicle) sudah banyak digunakan untuk inspeksi, ketangkasan manusia, kemampuan mengambil keputusan di situasi kompleks, dan fleksibilitasnya masih sulit tergantikan untuk pekerjaan perbaikan yang rumit.

Tantangan terbesarnya justru ada pada sustainability karier. Cedera fisik akumulatif akibat tekanan dan lingkungan kerja yang keras bisa mempersingkat masa aktif seorang welder. Oleh karena itu, perencanaan keuangan yang cermat sejak dini sangat krusial. Banyak yang kemudian beralih peran menjadi superintendent, inspektur, atau pengawas (supervisor) K3 setelah cukup lama terjun langsung di lapangan. Sertifikasi Ahli K3 Umum atau Ahli K3 Konstruksi bisa menjadi jalur pengembangan karier yang sangat logis dan dibutuhkan di industri ini.

Tukang Las Bawah Laut (Underwater Welder): Kerja 2 Jam, Gajinya Bisa Rp 5 Juta/Hari  tukang las bawah laut (underwater welder)
Baca Juga

Menjawab Panggilan Laut dengan Persiapan Matang

Profesi tukang las bawah laut adalah bukti nyata bahwa imbalan yang besar selalu sebanding dengan tanggung jawab dan risiko yang diambil. Ia menawarkan lebih dari sekadar gaji fantastis; ia menawarkan petualangan, tantangan intelektual-teknis, dan kebanggaan menjadi bagian dari garda terdepan industri maritim dan energi nasional. Namun, jalan menuju kesana memerlukan komitmen baja, investasi yang tidak sedikit, dan mentalitas yang selalu mengutamakan keselamatan.

Bagi Anda yang tertarik dan serius mengejar karir di bidang ini, persiapan sertifikasi dan administrasi yang solid adalah kunci pertama. Memahami regulasi, mengurus sertifikasi kompetensi, dan memastikan semua aspek legalitas kerja Anda terdokumentasi dengan baik akan membuka pintu peluang yang lebih lebar. Dalam hal ini, konsultasi dengan pihak yang ahli dalam sertifikasi kompetensi kerja dan perizinan usaha di sektor konstruksi serta maritim dapat menjadi percepatan yang tepat.

Jika Anda merasa memiliki nyali dan ketertarikan pada dunia las dan laut, profesi ini mungkin adalah panggilan untuk Anda. Persiapkan diri dengan matang, kejarlah sertifikasi yang diakui, dan mulailah langkah pertama Anda. Untuk informasi lebih lanjut mengenai pengembangan kompetensi dan sertifikasi profesi di bidang konstruksi dan teknik, Anda bisa menjelajahi layanan yang tersedia di Gaivo Consulting. Selamat menyelam ke masa depan karier yang penuh tantangan dan prestasi!

Artikel Lainnya yang direkomendasikan untuk Anda